Makna Tindakan Sosial pada Tradisi Sesiru Matak Pade Rau pada Masyarakat Beririjarak Lombok Timur

The Meaning of Social Action in the Sesiru Matak Pade Rau Tradition in the Beririjarak Community East Lombok

Authors

  • Leni Apriani Universitas Mataram
  • Saharudin Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram, Indonesia
  • Muh. Syahrul Qadri Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram, Indonesia

Keywords:

Makna Tindakan Sosial, Max Weber, Sesiru Matak Pade Rau

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menjelaskan proses kegiatan penanaman padi sampai dengan panen padi yang ada di Desa Beririjarak, yaitu tradisi sesiru matak pade rau. Sesiru berarti ‘tolong-menolong’, matak ‘panen’, dan pade rau adalah istilah ‘padi huma’. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna tindakan sosial yang terkandung dalam tradisi sesiru matak pade rau di Desa Beririjarak, Lombok Timur dengan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan enam data dalam prosesi tradisi sesiru matak pade rau, yaitu begareng ‘membersihkan ladang’, najuk ‘serangkaian proses penanaman padi’, ngoros-ngoros ‘penutupan lubang padi’, mangar ‘ritual ucapan rasa syukur’, matak ‘panen’, dan nujak ‘penumbukan’. Dengan demikian, makna dari keseluruhan proses tersebut dimaknai sebagai bentuk rasa kesukarelaan, sikap saling tolong-menolong untuk mempererat tali silaturahmi dalam nuansa kebersamaan masyarakat sehingga dapat saling menghargai, menghormati, dan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat terhadap hasil panen padi yang melimpah.

Abstract: This research explains the process of rice planting until the rice harvest in Beririjarak Village, namely the sesiru matak pade rau tradition. Sesiru means 'help', matak 'harvest', and pade rau is the term 'huma rice'. The purpose of the research is to find out the meaning of social actions that are sometimes in the tradition of sesiru matak pade rau in Beririjarak Village, East Lombok with a descriptive qualitative approach method. Based on the results of the study, six data were found in the process of the sesiru matak pade rau tradition, namely begareng 'cleaning the field', najuk 'a series of rice planting processes', ngoros-ngoros 'closing the rice hole', mangar 'thanksgiving rituals', and nujak 'pounding'. Thus, meaning the whole process is interpreted as a form of volunteerism, mutual assistance to strengthen the relationship in the nuances of community togetherness so that they can appreciate, respect each other, and as a form of community gratitude for the abundant rice harvest.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Apriani, L., Saharudin, & Qadri, M. S. (2024). Makna Tindakan Sosial pada Tradisi Sesiru Matak Pade Rau pada Masyarakat Beririjarak Lombok Timur: The Meaning of Social Action in the Sesiru Matak Pade Rau Tradition in the Beririjarak Community East Lombok. Jurnal Bastrindo, 5(1), 1–12. Retrieved from https://bastrindo.jurnal.unram.ac.id/index.php/jb/article/view/1735

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.