Makna Simbolik Tradisi Mappacci Masyarakat Bugis di Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa: Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce
The Symbolic Meaning of the Mappacci Tradition of the Bugis Community in Tarano District, Sumbawa Regency: A Semiotic Study by Charles Sanders Peirce
Kata Kunci:
Mappacci, simbolik, masyarakat bugis, semiotika, Charles Sanders PeirceAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dalam tradisi mappacci masyarakat Bugis di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Tradisi mappacci merupakan ritual adat yang dilaksanakan menjelang pernikahan dan memiliki makna penyucian diri baik secara lahir maupun batin menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk menganalisis simbol-simbol yang digunakan dalam prosesi mappacci, seperti bantal, sarung sutera, daun pisang, daun nangka, daun pacci, lilin, beras, air, dan wadah pacci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlengkapan yang digunakan dalam prosesi mappacci memiliki makna simbolik yang mendalam dan mencerminkan nilai-nilai budaya masyarakat Bugis, seperti kehormatan, kesuburan, kejujuran, kesucian, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Melalui analisis semiotika Peirce, makna-makna tersebut dapat dipahami melalui hubungan antara representamen, objek, dan interpretan yang membentuk pemaknaan terhadap tanda-tanda budaya.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aqidatul Izza, Muh Syahrul Qodri, Hasanuddin Chaer

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


