Perbandingan Simbol Ekologi Cerita Putri Mandalika, Lala Buntar, dan La Hilla

Comparison of Ecological Symbols The Story of Princess Mandalika, Lala Buntar, and La Hilla

Penulis

  • Agusman Agusman Universitas Mataram
  • Ade Jauhari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram

Kata Kunci:

Ekologi Sastra, Putri Mandalika, Lala Buntar, La Hilla

Abstrak

: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal dan simbol ekologi ekologis yang terkandung dalam tiga tradisi lisan Nusantara, yaitu cerita rakyat Putri Mandalika, Lala Buntar, dan La Hilla. Melalui pendekatan ekokritik dan analisis mendalam terhadap leksikon alam yang muncul dalam narasi-narasi tersebut, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana masyarakat tradisional merepresentasikan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi untuk membedah unsur-unsur ekologis dalam teks cerita.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga cerita rakyat tersebut bukan sekadar hiburan fiktif, melainkan sebuah instrumen budaya yang menyimpan memori kolektif mengenai konservasi alam dan tatanan kosologis. Ditemukan perbedaan filosofis yang cukup tajam mengenai bagaimana tokoh-tokoh utama berinteraksi dengan alam; tubuh mereka digambarkan berintegrasi secara langsung dengan ekologi lokal melalui fenomena metamorfosis atau penyatuan fisik dengan elemen alam. Dalam cerita Putri Mandalika, integrasi ini mewujud pada pengorbanan diri yang bertransformasi menjadi nyale (cacing laut), yang menandai siklus ekologis serta ketahanan pangan masyarakat Sasak. Sementara pada cerita Lala Buntar dan La Hilla, simbol-simbol alam merefleksikan perlindungan terhadap ruang hidup dan batasan moral manusia dalam mengeksploitasi lingkungan.  Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa leksikon alam dalam cerita Putri Mandalika, Lala Buntar, dan La Hilla merepresentasikan sistem pengetahuan tradisional yang menempatkan alam sebagai subjek, bukan objek dominasi manusia. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya merevitalisasi tradisi lisan sebagai basis pendidikan karakter berbasis lingkungan di era modern guna mengatasi krisis ekologis global melalui kearifan masa lalu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-06-24

Cara Mengutip

Agusman, A., & Ade Jauhari. (2026). Perbandingan Simbol Ekologi Cerita Putri Mandalika, Lala Buntar, dan La Hilla: Comparison of Ecological Symbols The Story of Princess Mandalika, Lala Buntar, and La Hilla. Jurnal Bastrindo, 7(1), 17–27. Diambil dari https://bastrindo.jurnal.unram.ac.id/index.php/jb/article/view/2339

Terbitan

Bagian

Articles