Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung

Violence in the Novel Dari Dalam Kubur by Soe Tjen Marching: Johan Galtung's perspective

Penulis

  • Veronica Septiana Setiawati Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma
  • Fransisca Tjandrasih Adji Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma
  • Susilawati Endah Peni Adji Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma

Kata Kunci:

kekerasan budaya, kekerasan langsung, kekerasan struktural

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan analisis struktural berupa tokoh dan penokohan dan latar, serta (2) mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching.

Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan metode formal dan metode deskriptif analisis. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini dalah paradigma M.H. Abrams berupa pendekatan objektif yang berfokus pada karya sastra, yakni novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching, dan pendekatan mimetik yang berfokus pada realitas dan semesta, yakni tindak kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur. Teori yang digunakan dalam penelitian merupakan teori stuktural yang digunakan untuk mengkaji analisis struktural, dan teori kekerasan perspektif Johan Galtung.

Penelitian ini menghasilkan analisis struktural dan tindak kekerasan dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching. Analisis struktural itu terdiri atas tokoh dan penokohan serta latar. Tokoh dan penokohan terbagi menjadi tokoh utama, dan tokoh tambahan.  Dalam novel, terdapat dua tokoh utama dan 45 tokoh tambahan. Latar terbagi menjadi (1) latar tempat yang berjumlah 19, (2) Latar waktu yang berjumlah 10, dan (3) Latar sosial-budaya yang berjumlah tiga.

Penelitian tindak kekerasan menghasilkan tiga bentuk kekerasan, yakni (1) kekerasan langsung, (2) kekerasan kultural atau budaya, dan (3) kekerasan struktural. Kekerasan langsung dibagi menjadi 10, kekerasan struktural dibagi menjadi tiga, dan kekerasan kultural atau budaya dibagi menjadi dua.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2022-12-31

Cara Mengutip

Setiawati, V. S., Tjandrasih Adji, F., & Endah Peni Adji, S. (2022). Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung: Violence in the Novel Dari Dalam Kubur by Soe Tjen Marching: Johan Galtung’s perspective. Jurnal Bastrindo, 3(2), 171–179. Diambil dari https://bastrindo.jurnal.unram.ac.id/index.php/jb/article/view/827

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.