Analisis Wacana Kritis Model Fairclough pada Pidato Sri Sultan HB X dalam Rangka Peringatan Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY
Fairclough's Critical Discourse Analysis on Sri Sultan HB X's Speech in the Commemoration of the One Decade of the DIY Privileges Law
Kata Kunci:
Sri Sultan, keistimewaan, budaya, pidato, wacana kritisAbstrak
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara bahasa dan struktur sosial budaya pada teks pidato Sri Sultan HB X pada peringatan satu dasawarsa keistimewaan Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Fairclough. Dimensi analisisnya mencakup teks, praktik wacana, sosial budaya sesuai kerangka analisis Fairclough. Dimensi-dimensi tersebut menghubungkan mulai tingkat teks hingga tingkat praktik sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sri Sultan HB X ingin menggambarkan Yogyakarta memiliki kelayakan hidup yang baik, dan masyarakatnya memiliki filosofi Jawa yang diterapkan dalam kehidupan. Representasi tindakan sosial budaya untuk meneguhkan keistimewaan Yogyakarta ditunjukkan melalui upaya adaptasi budaya dan tradisi terhadap nilai-nilai baru. Sosok Sri Sultan HB X sebagai kepala daerah dan raja ditunjukkan agar pidato yang disampaikan selalu didengar oleh rakyatnya.
Kata Kunci: Sri Sultan, keistimewaan, budaya, pidato, wacana kritis
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Sri Suharti, Rifqi Risnadyatul H., Nani Purwati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


